Laboratorium Terpadu
POLTEKKES KEMENKES MAMUJU

Detail Artikel

  • Artikel
  • Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Praktikum Pemeriksaan Klorida dalam Air
shape

Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Praktikum Pemeriksaan Klorida dalam Air

Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4
Foto 5

Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan mengikuti praktikum mata kuliah Kimia Lingkungan dengan materi pemeriksaan klorida (Cl⁻) dalam air pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Kimia Terpadu. Praktikum dibimbing langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Bapak Abdul Ganing dan Ibu Haeranah Ahmad. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori analisis kimia air secara langsung di laboratorium.

Praktikum diawali dengan penjelasan dosen pengampu tentang sumber klorida dalam air, pengaruhnya terhadap rasa air dan kesehatan, serta aturan keselamatan kerja di laboratorium. Mahasiswa kemudian bekerja dalam kelompok.

Pemeriksaan dilakukan dengan metode titrasi argentometri (metode Mohr) melalui tahapan berikut:

  1. Menyiapkan sampel air, buret, erlenmeyer, dan pereaksi.
  2. Memasukkan sampel ke dalam erlenmeyer dan menambahkan indikator kalium kromat.
  3. Menitrasi sampel dengan larutan perak nitrat hingga muncul endapan berwarna merah bata sebagai tanda titik akhir.
  4. Mencatat volume titran yang digunakan, lalu menghitung kadar klorida.
  5. Membandingkan hasil dengan baku mutu kualitas air yang berlaku.

Selama praktikum, Bapak Abdul Ganing dan Ibu Haeranah Ahmad mendampingi setiap kelompok. Keduanya memberikan arahan tentang teknik titrasi yang benar dan membahas hasil perhitungan bersama mahasiswa.

Klorida adalah salah satu parameter penting kualitas air. Kadar klorida yang tinggi membuat air terasa asin, mempercepat karat pada pipa, dan dapat menandakan intrusi air laut atau pencemaran limbah.

Praktikum ini memberikan beberapa manfaat bagi mahasiswa, antara lain:

  • Keterampilan analisis air. Mahasiswa terlatih melakukan titrasi dan perhitungan kadar zat sesuai prosedur standar.
  • Pemahaman baku mutu. Mahasiswa belajar menilai kelayakan air dengan membandingkan hasil pemeriksaan terhadap persyaratan kualitas air.
  • Deteksi dini pencemaran. Kemampuan ini membantu mengenali masalah seperti intrusi air laut pada sumur warga di daerah pesisir.
  • Bekal dunia kerja. Keterampilan ini dibutuhkan saat mahasiswa bertugas di puskesmas, dinas kesehatan, laboratorium kesehatan, maupun perusahaan air minum.
  • Ketelitian dan kerja sama. Titrasi menuntut ketelitian tinggi, sementara kerja kelompok melatih tanggung jawab dan komunikasi.

Di akhir kegiatan, para dosen pengampu berharap mahasiswa dapat menerapkan keterampilan ini untuk mengawasi kualitas air di masyarakat. Air yang memenuhi syarat menjadi dasar penting bagi kesehatan lingkungan.

Praktikum ditutup dengan diskusi hasil pemeriksaan dari setiap kelompok. Mahasiswa selanjutnya menyusun laporan praktikum sebagai bagian dari penilaian mata kuliah Kimia Lingkungan.