Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Praktikum Pemeriksaan Zat Besi Terlarut dalam Air Sumur
Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan mengikuti praktikum mata kuliah Kimia Lingkungan dengan materi pemeriksaan zat besi (Fe) terlarut dalam air pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Kimia Terpadu. Praktikum dibimbing langsung oleh dua dosen pengampu mata kuliah, Bapak Abdul Ganing dan Ibu Haeranah Ahmad. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan cara menganalisis kadar besi dalam sampel air secara langsung.
Praktikum diawali dengan penjelasan dari dosen pengampu tentang sumber zat besi dalam air, dampaknya bagi kesehatan, serta prosedur keselamatan kerja di laboratorium. Mahasiswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan pemeriksaan. Selama kegiatan, Bapak Abdul Ganing dan Ibu Haeranah Ahmad mendampingi setiap kelompok. Keduanya membantu mahasiswa saat mengalami kesulitan dan membahas hasil pengukuran bersama-sama.
Pemeriksaan zat besi merupakan keterampilan dasar yang penting bagi calon tenaga sanitarian. Air dengan kadar besi tinggi dapat berbau logam, berwarna kekuningan, meninggalkan noda pada pakaian dan peralatan, serta berisiko mengganggu kesehatan bila dikonsumsi terus-menerus.
Praktikum ini memberikan sejumlah manfaat bagi mahasiswa, antara lain:
- Keterampilan laboratorium. Mahasiswa terlatih menggunakan alat dan pereaksi kimia serta melakukan analisis kualitas air sesuai prosedur standar.
- Pemahaman baku mutu. Mahasiswa belajar menilai apakah air layak digunakan dengan membandingkan hasil pemeriksaan terhadap persyaratan kualitas air minum yang berlaku.
- Bekal pengawasan kualitas air. Kemampuan ini akan digunakan saat mahasiswa bertugas di puskesmas, dinas kesehatan, maupun perusahaan air minum.
- Dasar rekomendasi pengolahan air. Hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar saran pengolahan sederhana bagi masyarakat, seperti aerasi dan penyaringan.
- Ketelitian dan kerja sama. Kegiatan berkelompok melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Di akhir kegiatan, para dosen pengampu berharap mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menjaga kualitas air di lingkungan masyarakat. Air bersih yang memenuhi syarat adalah salah satu kunci pencegahan penyakit.
Praktikum ditutup dengan diskusi hasil pengamatan setiap kelompok. Mahasiswa selanjutnya diminta menyusun laporan praktikum sebagai bagian dari penilaian mata kuliah Kimia Lingkungan.