Mahasiswa Kesehatan Lingkungan Praktikum Pemeriksaan pH Tanah
Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan mengikuti praktikum mata kuliah Kimia Lingkungan dengan materi pemeriksaan pH tanah pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Kimia Terpadu.
Praktikum dibimbing langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Bapak Abdul Ganing dan Ibu Haeranah Ahmad. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mengukur tingkat keasaman atau kebasaan tanah sebagai salah satu indikator kualitas lingkungan.
Praktikum diawali dengan penjelasan dosen pengampu tentang pengertian pH tanah, faktor yang memengaruhinya, serta aturan keselamatan kerja di laboratorium. Mahasiswa kemudian bekerja dalam kelompok.
Pengukuran pH tanah dilakukan melalui tahapan berikut:
- Menyiapkan sampel tanah yang telah dikeringkan, dihaluskan, dan diayak.
- Menimbang sampel tanah, lalu mencampurnya dengan akuades dengan perbandingan tertentu.
- Mengocok campuran hingga merata, kemudian mendiamkannya agar partikel tanah mengendap.
- Mengkalibrasi pH meter menggunakan larutan buffer standar.
- Mengukur pH larutan tanah dan mencatat hasilnya.
- Menggolongkan hasil pengukuran ke dalam kategori asam, netral, atau basa.
Selama praktikum, Bapak Abdul Ganing dan Ibu Haeranah Ahmad mendampingi setiap kelompok. Keduanya memberikan arahan tentang cara menggunakan pH meter dengan benar dan membahas hasil pengukuran bersama mahasiswa.
pH tanah memengaruhi banyak hal yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Tanah yang terlalu asam dapat melarutkan logam berat sehingga lebih mudah mencemari air tanah, sementara pH tanah juga memengaruhi kehidupan mikroorganisme pengurai.
Praktikum ini memberikan beberapa manfaat bagi mahasiswa, antara lain:
- Keterampilan laboratorium. Mahasiswa terlatih menyiapkan sampel tanah dan menggunakan pH meter sesuai prosedur.
- Penilaian pencemaran tanah. Hasil pH dapat menjadi petunjuk awal adanya pencemaran, misalnya dari limbah industri, limbah rumah tangga, atau timbunan sampah.
- Dasar perencanaan sanitasi. Kondisi tanah perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi sumur, tangki septik, dan tempat pemrosesan akhir sampah.
- Pemahaman hubungan tanah dan air. Mahasiswa memahami bagaimana kondisi tanah dapat memengaruhi kualitas air tanah yang digunakan masyarakat.
- Ketelitian dan kerja sama. Kegiatan berkelompok melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Di akhir kegiatan, para dosen pengampu berharap mahasiswa dapat menerapkan keterampilan ini untuk menilai kondisi lingkungan di masyarakat. Tanah yang sehat menjadi bagian penting dari lingkungan yang mendukung kesehatan.
Praktikum ditutup dengan diskusi hasil pengukuran dari setiap kelompok. Mahasiswa selanjutnya menyusun laporan praktikum sebagai bagian dari penilaian mata kuliah Kimia Lingkungan.